Cari Blog Ini

Rabu, 20 April 2011

logika dan algoritma

Logika dan Algoritma
Diperkenalkan Oleh Ahli Matematika : Abu Ja’far Muhammad Ibnu Musa Al Khawarizmi.
Definisi Algoritma
1. Langkah-langkah yang dilakukan agar solusi masalah dapat diperoleh
2. Suatu prosedur yang merupakan urutan langkah-langkah yang berintegrasi
3. Suatu metode khusus yang digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah yang nyata.(Webster Dictionary)

Kriteria Pemilihan Algoritma
1. Ada output: mengacu pada definisi algoritma, suatu algoritma haruslah mempunyai output yang harus merupakan solusi dari masalah yang sedang diselesaikan.
2. Efektifitas dan Efisiensi :Dikatakan efektif jika algoritma tersebut menghasilkan suatu solusi yang sesuai dengan masalah yang diselesaikan dalam arti algoritma harus tepat guna.Dikatakan efisiensi jika waktu proses suatu algoritma relatif lebih singkat dan penggunaan memori komputernya lebih sedikit.
3. Jumlah langkahnya berhingga : maksudnya adalah barisan instruksi yang dibuat harus dalam suatu urutan tertentu atau harus berhingga agar masalah yang dihadapi dapat diselesaikan dengan tidak memerlukan waktu relatif lama.
4. Berakhir à (Semi Algoritma) : proses didalam mencari penyelesaian suatu masalah harus berhenti dan berakhir dengan hasil akhir yang merupakan solusinya atau berupa informasi yang tidak diketemukan solusinya. Artinya baik dalam kondisi solusi ada atau tidak ada, proses akan tetap harus berakhir dan berhenti. Istilah lain dalam algoritma dikenal sebagai SEMI ALGORITMA, yaitu suatu prosedur yang hanya akan berhenti jika mempunyai atau menghasilkan solusi, sedangkan jika tidak menghasilkan solusi, maka prosedur tersebut akan berjalan tanpa henti.
5. Terstruktur : yaitu urutan barisan langkah-langkah yang digunakan harus disusun sedemikian rupa agar proses penyelesaian tidak berbelit-belit sedemikian sehingga bagian-bagian proses dapat dibedakan dengan jelas mana bagian input, proses dan output sehingga memudahkan user melakukan pemeriksaan ulang.
Kesimpulannya:
Suatu Algoritma yang terbaik(The Best) : “Suatu algoritma harus menghasilkan output yan tepat guna(efektif) dalam waktu yang relatif singkat & penggunaan memori yang relatif sedikit(efisien) dengan langkah yang berhingga & prosedurnya berakhir baik dalam keadan diperoleh suatu solusi ataupun tidak ada solusinya”
Contoh:
A. Algoritma untuk mengirimkan surat
1. Tulis surat pada secarik kertas surat
2. Ambil sampul surat atau amplop
3. Masukkan surat ke dalam amplop
4. Tutup amplop surat dengan lem perekat
5. Tulis alamat surat yang dituju, jika tidak diingat, lebih dahulu ambil buku alamat & cari alamat yang dituju, lalu tulis alamat tersebut pada amplop surat
6. Tempelkan perangko pada amplop surat
7. Bawa surat ke kantor pos untuk diserahkan pada pegawai pos atau menuju ke bis surat untuk memasukkan surat ke dalam kotak/bis surat.
B. Algoritma untuk menentukan bilangan akar kuadrat dari suatu bilangan bulat positif yang diinput.
1. Baca bilangan bulat positif yang diinput, sebut saja sebagai A.
2. Dinyatakan Nilai B adalah 0
3. Jika Nilai C sama dengan Nilai A, maka Nilai B adalah Akar dari Nilai A, lalu stop
4. Jika tidak, maka nilai B akan bertambah 1
5. Kembali ke langkah pada No.3
Tahapan Analisa Algoritma
1. Bagaimana merencakan suatu algoritma:
Menentukan beberapa model atau desain sebagai penyelesaian dari suatu masalah untuk mendapat sebuah solusi yan mungkin. Dengan demikian, akan banyak terdapat variasi desain atau model yang dapat diambil yang terbaik.
2. Bagaimana menyatakan suatu algoritma
Menentukan model suatu algoritma yang digunakan sehingga dapat membuat barisan langkah secara berurutan guna mendapatkan solusi penyelesaian masalah. Menentukan model tersebut agar dapat digunakan dengan cara:
- Dengan Bahasa semu(Pseudocode): yaitu dengan menggunakan bahasa sehari-hari, tetapi harus jelas dan terstruktur, seperti telah penulis sebutkan pada contoh-contoh sebelumnya(Contoh prosedur berikirm surat)
Contoh:
1. Untuk mengitung Luas Segitiga:
2. Masukan Nilai Alas
3. Masukan Nilai Tinggi
4. Hitung Luas = (Alas * Tinggi)/2
5. Cetak Luas
- Dengan diagram alur atau flowchart: yaitu dengan membuat suatu penulisan atau penyajian   algoritma berupa diagram yang menggambarkan susunan alur logika dari suatu permasalahan
Contoh:
Dengan Statement Program/Penggalan Program
Contoh:
<!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Read Alas
<!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Read Tinggi
<!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Luas=(Alas*Tinggi)/2
<!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Write(luas)
3. <!--[endif]-->Bagaimana validitas suatu algoritma
Yakni jika penyelesaian memenuhi solusi yang sebenarnya, artinya solusi yang didapat merupakan penyelesaian suatu masalah dan bukannya membuat masalah baru.
<!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Bagaimana menganalisa suatu algoritma
Caranya melihat running time atau waktu tempuh yang digunakan dalam menyelesaikan masalah serta jumlah memori yang digunakan dalam penyelesaian masalah tersebut.
<!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->Bagaimana menguji program dari suatu algoritma
Yaitu dengan cara menyajikannya dalam salah satu bahasa pemrogramana, misalnya BASIC, PASCAL, FORTRAN, dBase, atau yang lainnya. Dalam proses, uji program oleh komputer akan melalui beberapa tahap yaitu:
<!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Fase Debugging, yaitu fase dari suatu proses program eksekusi yang akan melakukan koreksi terhadap kesalahan program. Yang dimaksud disni adalah error atau salah dalam penulisan program baik logika maupun sintaksnya.
<!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Fase Profilling, yaitu fase yang akan bekerja jika program tersebut sudah benar atau telah melalui proses pada fase debugging. Fase ini bekerja untuk melihat dan mengukur waktu tempuh atau running time yang diperlukan serta jumlah memori/storage yang digunakan dalam menyelesaikan suatu algoritma.
ANALISIS SUATU ALGORITMA
(Untuk melihat faktor efisiensi & efektifitas dari algoritma tersebut), dapat dilakukan terhadap suatu algoritma dengan melihat pada:
<!--[if !supportLists]-->- Waktu tempu(Running Time) dari suatu algoritma: adalah satuan waktu yang ditempuh atau diperlukan oleh suatu algoritma dalam menyelesaikan suatu masalah.
Hal-hal yang dapat mempengaruhi daripada waktu tempuh adalah:
<!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Banyaknya langkah: Makin banyak langkah atau instruksi yang digunakan dalam menyelesaikan masalah, maka makin lama waktu tempuh yang dibutuhkan dalam proses tersebut
<!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Besar dan jenis input data: Besar dan jenis input data pada suatu algoritma akan sangat berpengaruh pada proses perhitugan yang terjadi. Jika jenis data adalah tingkat ketelitian tunggal(Single precision), maka waktu tempuh akan menjadi relatif lebih cepat dibandingkan dengan tingkat ketelitian ganda(double precesion)
<!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Jenis operasi: Waktu tempuh juga dipengaruhi oleh jenis operasi yang digunakan. Jenis operasi tersebut meliputi operasi matematika, nalar atau logika, atau yang lainnya. Sebagai contoh, operasi perkalian atau pembagian akan memakan waktu lebih lama dibandingkan operasi penjumlahan atau pengurangan.
<!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Komputer dan kompilator: hal terakhir yang mempengaruhi waktu tempuh suatu proses algoritma adalah komputer dan kompilatornya, walaupun sebenarnya faktor ini diluar tahap rancangan atau tahap pembuatan algoritma yang efisien. Algoritma dibuat untuk mencapai waktu tempuh yang seefektif dan seefisien mungkin, tetapi kesemuanya itu akan sangat bergantung pada kemampuan komputer yang tentunya harus sesuai dengan jumlah program atau langkah yang diperlukan oleh algoritma, begitu juga dengan kompilator tersebut, misalnya PC XT 8086 akan kalah cepat dibandingkan 8088 atau dengan AT 80286 atau 80386 atau 80486 dan seterusnya
<!--[if !supportLists]-->- <!--[endif]-->Jumlah Memori Yang digunakan: banyaknya langkah yang digunakan dan jenis variabel data yang dipakai dalam suatu algoritma akan sangat mempengaruhi penggunaan memori. Dalm hal ini, diharapkan dapat memperkirakan seberapa banyak kebutuhan memori yang diperlukan selama proses berlangsung hingga proses selesai dikerjakan. Dengan demikian, dapat disiapkan storage yang memadai agar proses suatu algoritma berjalan tanpa ada hambatan atau kekurangan memori.
Sifat-Sifat Algoritma
<!--[if !supportLists]-->- Banyaknya langkah instruksi harus berhingga: pelaksanaan sebuah algoritma yang terprogram haruslah dapat diakhiri atau diselesaikan melalui sejumlah langkah operasional yang berhingga. Jika tidak demikian, kita tidak akan dapat mengharapkan bahwa pelaksaan algoritma tersebut dapat menghasilkan suatu solusi yang baik.
<!--[if !supportLists]-->- <!--[endif]-->Langkah atau instruksi harus jelas: artinya bahwa penulisa setiap langkah yang terdapat didalam sebuah algoritma harus memiliki arti yang khusus atau spesifik sehingga dapat dibedakan antara penulisan langkah untuk komputer(program/pemrograman) dengan penulisan langkah bagi manusia(pesudocode). Manusia akan lebih mudah memahami algoritma yang terdiri atas simbol-simbol(Contoh: pembuatan algoritma dengan diagram alur/flowchart) sedangkan komputer hanya membutuhkan sebuah penulisan algoritma dengan kode-kode yang dituangkan dalam bahasa yang dimengerti oleh komputer itu sendiri(bahasa pemrograman).
<!--[if !supportLists]-->- <!--[endif]-->Proses harus jelas dan mempunyai batasan: rangkaian suatu proses yang berisi langkah-langkah instruksi dari suatu algoritma yang akan dilaksanakn harus ditetapkan dengna jelas, baik dan pasti sebab sebuah algoritma harus memiliki instruksi dasar tertentu dimana setiap instruksi harus memiliki unsur pelaksana yang berfungsi sebagai pemroses data yang akan dimasukkan dalam sebuah komputer. Dengan demikian, sebuah algoritma harus ditulis dengan jelas tentang batasa-batasan proses yang akan dilaksanakan oleh komputer.
<!--[if !supportLists]-->- <!--[endif]-->Input dan Output harus mempunyai batasan: input merupakan data yang dimasukkan ke dalam algoritma yang untuk kemudian akan dilaksanakan oleh komputer. Dengan begitu, input yang diberikan harus sesuai dengan jenis dari bahasa pemrograman yang digunakan, sedangkan ouput merupakan hasil yang diperoleh dari pekerjaan yang dilaksanakan komputer untuk kepentingan user yang merupakan pihak diluar komputer. Algoritma harus menghasilkan output karena merupaka solusi yang diharapkan dari suatu masalah yang timbul.
<!--[if !supportLists]-->- <!--[endif]--> Efektifitas: instruksi yang diberikan pada komputer agar hanya menjalankan atau melaksanakan proses yang mampu dilaksanakannya. Yang dimaksud mampu adalah bahwa suatu algoritma atau instruksi-instruksi dalam sebuah program hanya akan dapat dilaksanakan jika informasi yang diberikan oleh instruksi-instruksi tersebut lengkap, benar dan jelas.
<!--[if !supportLists]-->- Adanya batasan ruang lingkup, sebuah algoritma yang baik adalah hanya ditujukan bagi suatu masalah tertentu saja. Susunana input harus ditentukan lebih dulu sebab susunan tersebut enentukan sifat umum dari algoritma yang bersangkutan.

Minggu, 17 April 2011

Sistem Simulasi Komunikasi Pada Wartel

        Tugas Sistem Simulasi 2

Nama             : Febry Risdianto
Semester       :       4
Judul               : Sistem simulasi telekomunikasi wartel
TEKNIK KOMPUTER D3
Jln cut meutia No.83 Bekasi

Sistem simulasi telekomunikasi pada wartel
Seiring dengan perkembangan teknologi telekomunikasi, usaha dalam bidang telekomunikasi menjadi semakin diminati. Kebutuhan akan perangkat telekomunikasi dari jaringan telepon kabel sampai dengan selular terus bertambah untuk memenuhi tuntutan pelanggan yang hendak dengan mudah berkomunikasi. Dampaknya di negara kita, perkembangan usaha warung telekomunikasi (wartel) pun menjadi ramai mengikuti perkembangan teknologi yang ada Wartel adalah suatu tempat dimana seseorang dapat melakukan percakapan jarak jauh melalui jaringan telepon. Dimana pesawat telepon yang digunakan telah dilengkapi dengan perangkat Pencatat Data Percakapan Telepon (PDPT) yang telah dipersiapkan untuk tujuan bisnis.Salah satunya adalah usaha warung telekomunikasi. Kini banyak beredar perangkat untuk mendukung usaha tersebut yaitu Pencatat Data Percakapan Telepon (PDPT), ada yang menggunakan PC (Personal Computer), dan ada juga yang tidak menggunakan PC. Pada kesempatan ini, perangkat yang hendakyg ingin d simulasikan adalah perangkat PDPT tanpa menggunakan komputer, dengan sistem deteksi sinyal pandu secara otomatis.
empat jenis sinyal pandu yang dapat dideteksi yaitu;
·         sinyal injeksi 16 KHz,
·         reverse polarity,
·         nada panggil dan
·         respon suara manusia.
PDPT akan menghitung biaya percakapan, dan bila percakapan telah selesai, maka PDPT
akan mencetak rincian biaya menggunakan printer. Sistem yang dibangun menggunakan mikrokontroler AT89C51 untuk mengendalikan memori, clock, display dan printer.

Komponen :
·         Sistem Telepon,
·         Telepon,
·         Perhitungan Biaya,
·         Sinyal Pandu,
·         Warung Telekomunikasi

Cara Kerja PDPT
Sewaktu percakapan berlangsung, PDPT akan melakukan perhitungan biaya yang harus dibayar oleh pengguna. Besarnya biaya tergantung dari jauh dekatnya nomor tujuan dan waktu serta durasi dari percakapan yang dilakukan. Setelah percakapan selesai maka oleh printer akan dicetak rincian percakapan termasuk biaya yang harus dibayar oleh pengguna.
Pada saat ini, banyak sekali beredar perangkat wartel yang digunakan untuk mencetak perincian biaya atau melakukan operasi normal. Perangkat tersebut ada yang menggunakan komputer, ataupun yang tidak menggunakan bantuan komputer. Dari kedua jenis alat ini, pemakaian daya listrik yang digunakan sangat jauh berbeda. Dari hasil pengukuran yang dilakukan, perangkat yang menggunakan bantuan komputer mengkonsumsi daya lebih dari 100 Watt, ini disebabkan karena komputer harus menggunakan monitor yang mengkonsumsi daya yang besar. Sedangkan yang tidak menggunakan bantuan komputer hanya menggunakan daya tidak lebih dari 10 Watt, bahkan ada dan beberapa yang hanya menggunakan daya listrik sebesar 5 Watt.
Berdasarkan hal-hal di atas, timbullah suatu permasalahan dalam membuat perangkat wartel yang tidak menggunakan komputer dalam mencetak perincian biaya serta menggunakan keempat macam sinyal di atas sebagai pendeteksi awal percakapan. Perangkat Pencatat Data Percakapan Telepon (PDPT) tersebut berfungsi untuk melakukan perhitungan biaya yang harus dibayar oleh pengguna. Dimana perhitungan biaya ini tergantung dari jauh dekatnya nomor tujuan, waktu serta lama percakapan. Perangkat PDPT yang efisien adalah yang tidak memerlukan daya yang besar dalam pengoperasiannya dan juga handal dalam mendeteksi sinyal-sinyal yang digunakan untuk menentukan besar dari biaya percakapan ini.

Desain Sistem Perangkat Pencatat Data Percakapan Telepon (PDPT
desain sistem berisikan permasalahan yang ada dan hal ini akan menjadi dasar dalam pembuatan hardware dan software pada bagian berikutnya.




Perhitungan Biaya

Seperti yang telah diketahui, perhitungan biaya percakapan dilakukan berdasarkan empat parameter yang ada, yaitu zona wilayah dan tariff per pulsa, zona waktu dan durasi






Zona Wilayah dan Tarif Per Pulsa.








Untuk  mengetahui pembagian zona wilayah yang ada, diperlukan suatu database yang memuat informasi mengenai zona wilayah tersebut. Pembagian zona wilayah sangat tergantung dari kode wilayah yang telah terapkan, seperti terlihat pada Tabel 1. Zona wilayah akan menentukan besarnya penambahan untuk tiap pulsa percakapan telepon. Semakin jauh jaraknya, maka semakin besar pula penambahannya. Zona wilayah dibagi-bagi berdasarkan kategorinya yaitu Lokal, Sambungan Langsung Jarak Jauh (SLJJ), sambungan ke Sentral Telepon Bergerak (STB). Khusus untuk kategori Sambungan Langsung Internasional (SLI), pembagian zona wilayah dilakukan berdasarkan besarnya tarif jasa telepon internasional di negara tujuan, jadi bukan berdasarkan jarak. Misalnya, bila nomor panggilan adalah055123456, maka dapat diketahui bahwa nomor tujuan tersebut berada di kota Tarakan karena diawali dengan kode 0551, bila panggilan tersebut dilakukan dari kota Surabaya, maka panggilan tersebut termasuk kategori SLJJ-3 karena jarak Surabaya dan Tarakan lebih dari
500 Km. Bila nomor panggilan diawali oleh nomor bukan nol, maka panggilan tersebut dikategorikan Lokal. Bila diawali 0 dan 8 maka panggilan tersebut dikategorikan panggilan ke
STB. Dengan demikian diperlukan suatu rangkaian yang dapat mendeteksi kehadiran angka-angka tersebut. Angka-angka tersebut merupakan sinyal yang berupa nada-nada Dual Tone Multi Frequency (DTMF). Pendeteksian DTMF hanya akan dilakukan bila gagang telepon dalam keadaan terangkat, sehingga diperlukan pendeteksi status dari gagang telepon tersebut, sedang diangkat atau ditutup, rangkaian ini juga dikenal dengan sebutan hook-detector. Selain itu juga diperlukan memori yang dapat menyimpan database pembagian zona wilayah yang berisikan kode-kode wilayah yang ada dan dihubungkan dengan tariff tiap untuk tiap pulsa sesuai zona wilayah. Tiap pulsa baik kategori Lokal, SLJJ, STB maupun SLI memiliki tariff dasar pulsa dan air-time yang telah ditentukan. Dengan demikian, rangkaian tersebut tidak hanya dapat berfungsi untuk menentukan zona wilayah tetapi, juga untuk menentukan tarif per pulsa yang mana tergantung dari kategori percakapan tersebut.

Durasi Waktu
percakapan telepon, tiap kategori memiliki durasi-durasi yang dijadikan acuan untuk menghitung
durasi berdasarkan zona waktu, seperti yang terlihat pada Tabel 2. Untuk SLI, durasi perpulsanya adalah 6 detik. Untuk hari minggu dan hari raya, ada diskon khusus yang diberikan oleh penyedia saluran telekomunikasi, yaitu Telkom dengan memberikan ekstra durasi sehingga biaya percakapan menjadi lebih murah. Selain zona wilayah, zona waktu juga menjadi parameter dalam perhitungan biaya percakapan. Untuk mengetahui waktu terjadinya percakapan, diperlukan suatu rangkaian yang dapat mengatur waktu. Sehingga pada saat awal terjadi percakapan, data waktu yang diperoleh akan
dicocokkan dengan daftar pembagian zona waktu yang ada. Dengan demikian juga diperlukan
memori yang dapat menyimpan daftar pembagian zona waktu yang ada Lama Percakapan (Durasi) Untuk menghitung durasi percakapan, maka yang harus dilakukan pertama kali adalah mendeteksi awal dari percakapan itu sendiri. Perhitungan dimulai ketika panggilan telepon terjawab. Ada empat sinyal yang dapat dimanfaatkan dalam mendeteksi awal dari suatu percakapan. Pertama dengan mendeteksi sinyal berfrekuensi 16 KHz, yang kedua dengan mendeteksi reverse polarity, yang ketiga dengan menganalisa nada panggil, bila perbandingan nada panggil telah lebih dari 1 detik berbanding 4 detik maka dapat dianggap bahwa awal dari suatu percakapan dimulai. Dan yang terakhir, mendeteksi adanya suara sapaan ketika panggilan telepon terjawab. Pada umumnya, bila seseorang menjawab telepon, kata pertama yang keluar adalah kata sapaan, sapaan ini dapat dimanfaatkan sebagai tanda awal dari suatu percakapan, dengan demikian suara dari pemanggil tidak boleh masuk ke saluran telepon sebelum panggilan terjawab karena akan mengakibatkan kesalahan dalam pendeteksian. Ke empat sinyal tersebut di sebut dengan sinyal pandu, sinyal-sinyal yang dapat menginformasikan bahwa suatu percakapan telah dimulai. Pendeteksian sinyal-sinyal pandu secara otomatis akan sangat membantu para instalator PDPT, karena tidak perlu lagi mengetahui apakah saluran telepon yang digunakan memiliki sinyal 16 KHz atau reverse polarity ataupun tidak memiliki kedua-duanya. Bila gagang telepon ditutup maka akhir dari suatu percakapan dapat dideteksi. Dengan demikian diperlukan rangkaian-rangkaian untuk mendeteksi ke empat sinyal pandu tersebut.
Tampilan Peran
Tampilan perannya sebagai penghitung biaya di wartel, Sebagai perangkat yang akan menjalankan maka diperlukan tampilan untuk mengetahui status dari kerja PDPT tersebut. Tampilan tersebut haruslah dapat menampilkan biaya yang harus dibayar oleh pelanggan, selain dilihat oleh pelanggan, tampilan juga diperlukan seorang operator dimana operator ini adalah penjaga dari wartel tersebut, dimana setelah pelanggan melakukan percakapan, maka pelanggan akan langsung membayar kepada operator tersebut. Tampilan tersebut selain menampilkan biaya, juga menampilkan nomor tujuan, agar pelanggan dapat memastikan bahwa nomor yang telah ditekan sesuai dengan yang diinginkan dan agar tidak terjadi kesalahan perhitungan.
Pencetak
Pencetakan Nota Sebagai tanda bukti telah melakukan suatu percakapan, maka perlu dicetak suatu nota kecil, dimana pada nota tersebut tercantum nomor tujuan, waktu, banyaknya pulsa, dan biaya yang harus dibayar.
Desain Hardware dan Software Pada bagian ini akan dibahas mengenai pembuatan hardware dan software , dimana keduanya akan menjadi satu kesatuan yang utuh sebagai suatu operasi sistem yang akan saling mendukung satu sama lain


sistem tersebut kemudian disesuaikan dengan komponen-komponen elektronik yang telah ada sehingga, blok diagram sistem dapat dikembangkan menjadi blok

Pengontrol


Sebuah pengontrol saluran telepon dan buffer sinyal ditambahkan pada blok diagram hardware. Pengontrol saluran telepon berfungsi sebagai pemutus dan penghubung sebelum saluran telepon memasuki perangkat, ini dimaksudkan agar rangkaian terisolasi dari saluran telepon bila saluran perangkat dalam keadaan mati. Penambahan buffer sinyal dimaksudkan agar sinyal dapat diterima dengan baik oleh komponen penerima sinyal, yaitu dekoder DTMF, detektor sinyal 16 KHz, detector nada panggil dan detektor suara. Pemasangan input komponen yang paralel pada komponenkomponen tersebut dapat menyebabkan pembebanan terhadap saluran telepon bila dipasangkan secara bersamaan seperti itu. Oleh karena itu, penambahan buffer sinyal dipandang
perlu.Rangkaian pendeteksi sinyal-sinyal diperlukan untuk mendeteksi ada atau tdak sinyal-sinyal yang masuk ke dalam sistem. Pertama-tama diperlukan adanya pendeteksi status dari gagang telepon, sedang diangkat atau ditutup, rangkaian ini juga dikenal dengan sebutan hook-detector Kedua, diperlukan suatu rangkaian yang dapat mendeteksi kehadiran angka-angka tersebut berupa decoder DTMF. Ketiga, ada beberapa, rangkaian yang digunakan untuk mendeteksi sinyal pandu, yaitu detector sinyal 16 KHz, detector reverse polarity, detector nada panggil dan detector suara. Sebuah memori yang dapat menyimpan database pembagian zona wilayah, tariff per pulsa dan waktu juga telah disiapkan. Untuk mengetahui waktu terjadinya percakapan, diperlukan suatu rangkaian yang dapat mengatur waktu. Dimana sudah sangat umum digunakan Real Time Clock (RTC) sebagai pengatur waktu yang memiliki akurasi tinggi. Pada saat awal terjadi percakapan, data waktu yang diperoleh dari RTC akan dicocokkan dengan daftar pembagian zona waktu yang ada. Dengan demikian juga diperlukan memori yang dapat menyimpan daftar pembagian zona waktu yang ada selain RTC sebagai pengolah waktu Untuk tampilan, ada dua jenis, yaitu tampilan untuk pelanggan dan operator. Pada tampilan untuk pelanggan, digunakan penampil sevensegmen karena dengan penampil ini selain menyala, ukurannya juga cukup besar. Hal ini dimaksudkan agar memudahkan bagi para pelanggan yang penglihatannya agak kurang Penampil ini juga dikenal dengan sebutan display. Untuk operator digunakan penampil dengan Liquid Crystal Display (LCD). LCD digunakan karena mengkonsumsi arus yang kecil, selain ukuran yang kecil pula, hal ini juga
dimaksudkan agar operator dapat mengawasi PDPT dengan sekali pandang pada satu sudut pandang saja sehingga menjadi lebih mudah Untuk mencetak nota, diperlukan printer jenis dot-matrix yang mana printer ini sangat hemat tinta karena menggunakan pita, selain itu juga mudah dioperasikan dengan kertas gulung sebagai media pencetakan Untuk mengoperasikan PDPT tanpa bantuan komputer diperlukan suatu pengolah mikro(mikrokontroler), yang tugasnya menggantikan komputer. Dikarenakan ukuran dan konsumsinya dayanya lebih kecil, maka penggunaan mikrokontroler akan menjadi lebih efisien Mikrokontroler yang akan digunakan berasal dari keluarga MCS-51 buatan Intel. Sinyal-sinyal yang masuk ke rangkaian-rangkaian detektor dan decoder DTMF, akan menghasilkan outputoutput logika yang langsung berhubungan dengan mikrokontroler. Mikrokontroler juga mengendalikan perlu tidaknya memutuskan atau menghubungkan saluran telepon dengan rangkaian. Selain itu mikrokontroler juga mengendalikan bagian-bagian yang lainnya, yaitu : memori, RTC, LCD, printer, dan display, serta berkomunikasi dengan komputer bila diperlukan. Pada operasi normal, mikrokontroler akan mengendalikan display melalui serial port.
Pada operasi pengaturan, dimana akan dilakukan pengaturan nilai dari parameter-parameter yang
diperlukan, mikrokontroler akan terhubung dengan komputer melalui serial port tersebut,
yang berarti pada operasi ini display tidak dipergunakan untuk sementara. Pada saat pertama kali diaktifkan, mikrokontroler akan mencari apakah rangkaian terhubung dengan display ataukah dengan komputer. Bila terhubung dengan display, maka operasi PDPT akan langsung memasuki operasi normal, sedangkan bila terhubung dengan komputer, maka PDPT akan langsung memasuki operasi pengaturan.


Pembuatan Software Pada saat pertama kali diaktifkan
mikrokontroler akan mencari apakah rangkaian terhubung dengan display ataukah dengan komputer. Bila terhubung dengan display, maka operasi PDPT akan langsung memasuki operasi normal, sedangkan bila terhubung dengan komputer, maka PDPT akan langsung memasuki operasi pengaturan. Seperti yang terlihat pada gambar 4, sistem kerja PDPT ada dua, yaitu operasi normal dan operasi pengaturan. Pada operasi normal, PDPT akan melakukan kegiatan menghitung biaya percakapan berdasarkan ketentuan yang ada. Pada operasi pengaturan, software di komputer hanya akan memerintahkan mikrokontroler untuk mengisi suatu lokasi memori dengan suatu data disertakan dalam komunikasi. Kemudian, PDPT akan mengirimkan data tersebut kembali ke komputer sebagai fasilitas verifikasi data oleh komputer, yang mana bila terjadi kesalahan, perintah penulisan data dapat diulang atas perintah dari komputer.




























Blok Diagram Sistem
Dengan demikian dari keperluan-keperluan masalah di atas dapat diperoleh suatu blok
diagram sistem secara keseluruhan seperti yang































                                      Ya            tdk
         
                             Tidak                                     ya                        tdk
                                       Tidak
                             Ya                                                                             ya



Tdk                 ya



Diagram Alir Software Pada PDPT

Kesimpulan
Perangkat Pencatat Data Percakapan Telepon(PDPT) dapat bekerja dengan baik dan dengan sistem pendeteksian sinyalinstalator yaitu seseorang yang memasang perangkat PDPT, tidak perlu lagi mengetahui jenis sinyal pandu apa yang harus digunakan Alat ini juga hanya memerlukan daya listrik yang relatif kecil yaitu sekitar 2,42 Watt, maka pengoperasian perangkat ini akan sangat menghemat biaya dibandingkan dengan perangkat PDPT yang menggunakan komputer. Lebih jauh dengan menggunakan sistem pengaturan parameter- parameter dari komputer yang terpisah dari operasi normal, parameter-parameter yang berhubungan dengan perhitungan biaya akan aman dari gangguan-gangguan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang dapat merugikan para pelanggan.

Kamis, 14 April 2011

CISC DAN RISC


CISC 

CISC,”Kumpulan instruksi komputasi kompleks” adalah sebuah arsitektur dari set instruksi dimana setiap instruksi akan menjalankan beberapa operasi tingkat rendah, seperti pengambilan dari memory, operasi aritmetika, dan penyimpanan ke dalam memory, semuanya sekaligus hanya di dalam sebuah instruksi 
  RISC
RISC adalah singkatan dari Reduced Instruction Set Computer yang artinya prosesor tersebut memiliki set instruksi program yang lebih sedikit. Karena perbedaan keduanya ada pada kata set instruksi yang kompleks atau sederhana (reduced), maka mari kita bahas sedikit tentang intruksi itu sendiri.





Karakterristik RISC

Jumat, 07 Januari 2011

Layar Monitor 17 " anda mengeluarkan listrik

Layar monitor anda apabila di sentuh maka anda akan kesetrum,ini sering bgt terjadi,,,,dan ini juga terjadi pada saya hehehehe,,,akhir.a saya mmpunyai solusi agar layar monitor tidak mngeluarkan listrik,,,sbenar.a layar monitor mngeluarkan listrik akibat kekurangan ground....mka saya mngambil langkah untuk mecari kawat lalu saya ikat kwat tersebut dngan paku lalu ujung kwat yg satu.a saya tempelkan k baur cassing pc yg dkat dngan VGA...stelah itu paku saya ketok k tanah tujuan.a untuk mndapatkn ground...
sekian pngalaman yang saya dapat ceritakan,apabila ad kta2 yang salah dari saya,mohon maaf...